UII dan Lembaga Perlindungan Saksi & Korban RI Perpanjang Kerjasama

Posted By DPKA UII    05 Oktober 2015    21:29:18

Category Artikel

UII dan Lembaga Perlindungan Saksi & Korban RI Perpanjang Kerjasama

YOGYAKARTA, (PRLM).- Universitas Islam Indonesia (UII) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sepakat menandantangani kerjasama dalam sosialisasi dan mengimplementasikan perlindungan saksi dan korban kejahatan.

Kerjasama yang ditandatangni Rektor UII Dr Ir Harsoyo, M.Sc dan Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai, SH, LLM, berdurasi sekitar tiga tahun dilaksanakan dalam sosialisasi perlindungan saksi dan korban kejahatan di Hotel Royal Ambarukmo, Sabtu (30/5/2015). Sebelum kerjasama tersebut, kedua pihak telah bekerjasama selama tiga tahun dan berakhir Mei 2015.

Harsoyo menyatakan, universitasnya, khususnya Fakultas Hukum, siap untuk menyosialisasikan UU Nomor 13/2006 jo UU Nomor 31/2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban

“Universitas Islam Indonesia sudah aktif dalam memberikan bantuan hukum bagi saksi maupun korban tindak pidana, khususnya dari golongan masyarakat duafa atau marginal,” kata dia.

Abdul Haris Semendawai menyatakan kerjasama LPSK dan kampus sangat strategis. Kerjasama tersebut tidak saja dengan Fakultas Hukum, juga fakultas lain seperti kedokteran, psikologi.

Menurut dia, kerjasama LPSK dan lintas program studi di universitas bisa memudahkan dalam penanganan korban kejahatan. Contoh kasus saksi atas penyerangan dan pembunuhan terhadap tahanan LP Cebongan, Sleman, oleh oknum kombatan di lingkungan TNI AD.

“Ketika memulihkan kondisi psikologis para saksi yang sebagian besar tahanan dan sipir, yang tergoncang saat melihat pelaku melakukan kejahatan, LPSK tidak saja memerlukan ahli hukum dari kampus, juga para psikolog. Kita minta psikolog dari UII untuk mendampingi para saksi dalam kasus LP Cebongan, Sleman

Menurut dia UU Nomor 31/2014 banyak klausul yang menyempurkan UU Nomor 13/2006. DI dalamnya mengatur tentang korban kejahatan dan hak-hak perlindungan yang lebih lengkap. Mereka tidak hanya mendapat jaminan rehabilitasi medis, psikologi, juga bantuan materi dan psiko-sosial. Sosialisasi semacam itu memerlukan keterlibatan kampus.

“Kalau ada bencana alam, warga langsung spontan membantu pangan, sandang, uang. Kalau ada korban kejahatan, warga belum merespon secepat korban bencana. Kita ingin menciptakan respons warga atas korban kejahatan seperti merespons bencana alam,” ujar dia. (mukhijab/A-88)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2015/05/30/329214/uii-dan-lpsk-perpanjang-kerjasama


Related article